Distribusi Solar Subsidi Tidak Maksimal, Sopir Truk Demo SPBU Luwuk

BANGGAI – Puluhan sopir truk diesel pada Senin (9/1/2023) pagi, melakukan aksi demo sebagai sikap protes tidak maksimalnya pendistribusian Bahan Bakar Umum (BBM) jenis Bio Solar bersubsidi disejumlah  Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulteng.

Puluhan Sopir truk tergabung dalam Aliansi Sopir Truk Diesel itu meminta Pemerintah Daerah (Pemkab) Banggai dan Kepolisian Polres Banggai serta TNI, Sat Pol – PP untuk menertibkan dan mengawasi SPBU dalam Kota Luwuk.

Sopir truk demo protes soal distribusi solar subsidi tidak maksimal di sejumlah SPBU dalam Kota Luwuk
Tuntutan masa aksi akibat krisis Bio Solar Subsidi di Luwuk.

Lima poin tuntutan pendemo disebutkan yakni, Pertama, tertibkan kembali SPBU – SPBU. Dua, larang keras penyalahgunaan subsidi BBM.Tiga, Larang keras penjualan pada jam 2,3,4,5 subuh, karena berpotensi Penyelewengan BBM Subsidi.

Empat, penjagaan di SPBU harus melibatkan Pol PP. poin terkahir, Larang keras mobil berjam jam atau berhari – hari parkir di seputaran SPBU. Ganti petugas yang menangani mesin pompa biosolar.

Lima poin tuntutan tersebut berlaku juga berlaku untuk SPBU di luar kota.

Selain itu, dalam tuntutan pendemo menyebut dugaan penyalahgunaan penyaluran atau penjualan khususnya Bio Solar bersubsidi yang menyebabkan Sopir Truck mengalami kesulitan BBM Solar subsidi. Salah satu penyebab sulitnya Solar Bio subsidi diperoleh para sopir truk diakibatkan operator nosel yang mendistribusikan sekira 75 persen ke kendaraan yang memiliki tanki yang telah di modifikasi serta jeriken.

Masa aksi menyampaikan aspirasi mereka di hadapan anggota legislatif banggai. Foto: Amad Labino

Aksi damai aliansi sopir truk tersebut star dari lapangan gor kilongan, menuju SPBU Kilo meter 2, selanjutnya pendemo menuju Kantor DPRD Banggai, untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Masa aksi diterima oleh anggota Komisi 1, Samiun L Agi. dihadapan masa aksi Samium menyampaikan, keluhan mereka akan di sampaikan ke Ketua DPRD Banggao.

“Berhubung Komisi yang membidangi lagi tugas luar, keluhan ini saya akan sampaikan ke ketua dewan untuk dilakukan RDP,” ungkap Samiun dihadapan masa aksi.

Masa aksi juga meminta kepada DPRD untuk menggelar RDP lintas komisi agar keluhan mereka disikapi secara serius. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *