BANGGAI – Mediasi antara pihak Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Banggai bersama masyarakat Kelurahan Soho dan Kaeleke, pada Kamis 2 Maret 2023 berlangsung alot.
Meneger Pelayanan PDAM Banggai Romy Botutihe berulang kali mendapat protes dari warga Soho dan Kaleke terkait dengan pengambilan sumber air yang disuplai ke pelanggan di Kota Luwuk.
Mediasi berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Kelurahan Soho, Kecamatan Luwuk, di pimpin langsung Camat Luwuk Irfan Milang, dalam penyampaiannya mediasi ini bertujuan untuk mengumpul aspirasi warga yang nantinya akan di bahas pada pertemuan Selasa (14/3) pekan depan.
“Persoalan penyelesaian keringnya sungai Soho tim Pokja percepatan penyelesaian persoalan bentukan Pemda Banggai akan menyelesaikan persoalan ini,” kata Irfan Milang
Mantan camat Bualemo ini menyebut, pentingnya kesimpulan hasil dari rapat ini dikeramatkan persoalan ini juga merupakan kepentingan orang banyak.
“Sungai bagian dari kemasalahatan umat dan begitu juga kepentingan air PDAM tidak lepas dari kepentingan pelanggan,” ungkapnya
“Melalui mediasi ini segala usulan masyarakat akan dituangkan dalam poin – poin yang nantinya dibahas oleh instansi teknis dan Tim Pokja, sehingga usulan masyarakat akan di catat oleh Lurah Soho,” tandasnya.
Sementara itu, penyampaian dari KPH Balantam Yahya ,menyampaikan, dari hasil peninjauan yang dilakukan oleh tim Investigasi tidak ditemukan adanya penebangan dan pembalakan liar.
“Dari penelusuran kami tidak ditemukan adanya aktivitas pembalakan atau perambahan hutan” kata Yahya
Yahya meminta warga, jika menemukan aktivitas pembalakan liar atau perambahan hutan warga diminta untuk segera melapor ke Kantor KPH Balantak.
Pernyataan Danramil 1308-01/LB, Letda Romel Kamea bertolak belaka dengan apa yang disampaikan oleh perwakilan KPH Balantak.
Romel mengatakan, jika di lokasi DAS Sungai Soho terindikasi adanya aktivitas perambahan hutan dan pembalakan liar diwilayah daerah aliran sungai (DAS) Soho bahkan di sekitar sumber air.
Senada disampaikan oleh perwakilan warga bernama Tamin mengatakan, pendapat KPH Balantak yang menyebut tidak menemukan aktifitas penebangan liar atau perambahan hutan sangat diragukan.
“Pihak KPH tidak menemukan titik perambahan hutan karena jalur yang di lalui saat investigasi hanya menelusuri DAS sungai,” ungkap Tamin.
Mediasi yang berlangsung sekitar empat jam, berkahir sekitar pukul 14.00 WITA, masyarakat tetap meminta agarfungsi sungai Soho dikembalikan seperti semula. Warga juga minta ke PDAM agar merubah teknis pengambilan sumber air sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. (AL)











