DTPHP Banggai Siapkan 150 Pompa Air Antisipasi Kekeringan Lahan Sawah

BANGGAI – Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) menyiapkan ratusan unit pompa air guna mengantisipasi kekeringan lahan persawahan dan tanaman hortikultura pada musim kemarau.

Bantuan pompa air tersebut akan segera didistribusikan ke petani yang lahannya mengalami krisis air. Bantuan ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga produktivitas pertanian dan mencegah gagal panen akibat minimnya pasokan air.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DTPHP Kabupaten Banggai, Fadly Salawali, mengatakan penyaluran pompa air diprioritaskan bagi areal persawahan dan lahan tanaman horti yang terdampak kekeringan.

“Pompa air lebih diprioritaskan untuk areal persawahan. Saat ini baru Desa Malik Makmur, Kecamatan Bualemo, yang telah menerima bantuan. Sementara desa-desa lain di Kecamatan Bualemo maupun kecamatan lainnya masih dalam proses pendataan,” kata Fadly Salawali

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) kini tengah mendata lahan pertanian yang terancam krisis air. Pendataan difokuskan pada lahan yang hanya mengandalkan rembesan air serta memiliki tekstur tanah berpasir, sehingga membutuhkan dukungan pompa air atau alkon untuk menjaga ketersediaan air irigasi.

Petugas PPL juga mulai melakukan mendata lahan pertanian di Kecamatan Masama. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Banggai melalui Kepala DTPHP Kabupaten Banggai, Subhan Lanusi. Pendataan dikandung maksud agar bantuan  disalurkan tepat sasaran ke petani yang benar-benar membutuhkan.

Tak hanya menyalurkan pompa air, DTPHP Banggai juga sedang menyelesaikan administrasi dan pemberkasan Program Irigasi Perpompaan. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan sektor pertanian, menjaga ketersediaan air irigasi, serta meningkatkan produktivitas lahan sawah di tengah ancaman musim kemarau.

Langkah antisipatif ini diharapkan membantu petani mempertahankan hasil produksi dan meminimalkan risiko kerugian akibat kekeringan yang berpotensi melanda sejumlah wilayah sentra pertanian. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *