PT PAU dan Dinas TPHP Banggai Salurkan Bantuan Alat Produksi Pertanian di Nambo

BANGGAI – PT Panca Amara Utama (PAU) melalui program Corpllporate Social Responsibility (CSR) yang berkerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Banggai kembali memperkuat pemberdayaan kelompok tani perempuan di Kecamatan Nambo melalui penyaluran bantuan peralatan pengolahan hasil pertanian.

Proses penyerahan bantuan peralatan produksi ke Kelompok Tani (Poktan) Srikandi, Desa Nambo Lempek, bertempat di halaman Dinas TPHP pada Kamis (27/8/2026) pagi

Bantuan diserahkan menajemen PT PAU ke anggota Poktan Srikandi disaksikan Koordinator Teknis Kegiatan DTPHP Banggai serta sejumlah staf Bidang Hortikultura.

Eksternal Relations Officer PT PAU, Lenny L. Hinelo, mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari program pemberdayaan yang telah dilakukan sejak 2023.

Menurutnya, pada 2023 Poktan Srikandi yang difasilitasi DTPHP Banggai telah menerima bantuan benih pertanian melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT PAU.

“Tahun ini bantuan kami arahkan pada pengolahan hasil produksi pertanian, khususnya untuk mendukung produksi minyak kelapa dan sambal roa,” kata Lenny.

Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan kelompok dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Adapun bantuan tersebut meliputi alat cukur kelapa, blender, wajan, perlengkapan pengemasan sambal roa, timbangan manual, spatula, stiker, baskom, serta kemasan minyak kelapa dalam dua ukuran.

Lenny berharap peralatan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh anggota kelompok untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mengembangkan usaha pengolahan hasil pertanian.

Sementara itu, Koordinator Teknis Kegiatan DTPHP Banggai, Ardiansyah Mahali, mengatakan Poktan Srikandi merupakan salah satu kelompok yang telah mendapatkan intervensi program sejak 2023.

“Kelompok ini sebelumnya sudah mendapatkan bantuan berupa benih. Saat ini bantuan dilanjutkan dalam bentuk peralatan pengolahan hasil produksi,” ujar Ardiansyah.

Menurutnya, bantuan peralatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kelompok tani tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga mampu melakukan pengolahan sehingga memberikan nilai tambah bagi hasil produksi.

Dengan dukungan tersebut, Poktan Srikandi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan mengembangkan produk olahan secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi anggota kelompok. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *