BANGGAI – Petaka di hari pernikahan, kisah pengantin mempelai pria tidak hadir di pesta pernikahan ternyata tidak hanya ada dalam cerita seperti di film sinetron atau cerita novel karya Agnes Jessica dengan judul ‘Bukan Pengantin Terpilih’ yang terbit pada Februari 2018.
Kisah pilu mempelai pengantin pria tidak hadir di hari resepsi pernikahan juga dialami perempuan insial HJ warga Kecamatan Lamala, Kabupaten Banggai.
Perempuan kelahiran sekira tahun 1996 bersama keluarganya harus menelan pil pahit. Betapa tidak, pria yang diharap HJ untuk menjadi pasangan hidup tak kunjung datang di hari resepsi pernikahan yang jatuh pada awal pekan Desember 2023.
Padahal, Empat hari jelang pernikahan HJ, undangan tertulis untuk keluarga dan kerabat serta warga desa tetangga telah di sebar. Kerabat dan warga sekitar telah mengetahui hari penentuan HJ mengahiri masa lajang.
Hari dimana resepsi pernikahan yang telah ditentukan oleh keluarga perempuan, tepatnya pada Kamis (7/12/2023) pagi, segala kebutuhan seperti kursi untuk para undangan, tenda, dan pelaminan telah tertata rapih. tiba pada waktu yang di tentukan pelaksanaan akad nikah sekira Pukul 09.00 Wita, mempelai pria tidak juga datang.
Keinginan HJ untuk mengahiri masa lajang dengan pria belakangan diketahui bernama Mursalim itu, harus pupus. Perasaan kesal HJ beserta keluarga memang sangat menyakitkan. Namun apa di kata, harapan HJ dan keluarga akan hadirnya Mursalim dalam keluarga mereka justru membawa malapetaka.
“Waktu akad nikah telah ditentukan sebelumnya jam sembelian, mempelai pria tidak juga ada, keluarga lalu mengulur waktu tetapi sampai dengan waktu yang ditentukan mempelai pria tidak juga ada,”
“Undangan sudah disebar, tenda sudah di pasang, kursi juga sudah ada, pelaminan sudah berdiri begitu juga dengan sapi satu ekor sudah disembelih, mempelai laki – laki tidak datang,” ungkap salah seorang keluarga HJ yang hadir di acara resepsi pernikahan via telephon Kamis (7/12).
Sumber mengatakan, pria yang ingin menikahi HJ tersebut bernama Mursalim (37 Tahun) warga Desa Baturube, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara.
Kata dia, tiga hari jelang resepsi pernikahan Mursalim putus komunikasi dengan keluarga. nomor telfon milik Mursalim tak juga aktif.
“Keluarga perempuan telah berusaha menghubungi orang tua Mursalim, namun orang tua Mursalim tidak mengetahui keberdaan Mursalim,” ungkap sumber.
Merasa di perlakukan tidak adil, orang tua korban bersama aparat desa setempat mendatangi Kantor Kepolisian Sektor Lamala untuk membuka laporan Polisi.
“Bapak korban dan aparat desa telah melaporkan ke Polsek Lamala,” tutur sumber.
Kapolsek Lamala AKP Zulfikar di konfirmasi terkait laporan polisi pihak keluarga perempuan hingga berita ini diterbitkan enggan membalas.
Sementara itu, Pjs. Danramil 06/Lamala, Peltu Haris Kambotu, di hubungi via telpone membenarkan kejadian tersebut. Peltu Haris mengatakan, meski mempalai pria tak kunjung datang resepsi pernikahan tetap dilaksanakan dan berjalan aman. (AL)











