BANGGAI – Komandan Kodim 1308/Luwuk Banggai, Cepi Kartiwa, menegaskan bahwa prajurit TNI yang bertugas di kewilayahan memiliki tanggung jawab sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, bukan untuk menunjukkan kekuatan atau sikap arogan.
Menurutnya, secara internal Kodim 1308/LB selalu memberikan penekanan tegas terhadap hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan prajurit, khususnya dalam pelaksanaan tugas kewilayahan.
“Di internal Kodim selalu ada penekanan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh. Ada batasan dalam bergerak di kewilayahan. Kita harus menyatu dan bersinergi dengan masyarakat. Tentara bukan untuk menjadi jago-jagoan, tetapi pelindung dan pengayom rakyat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, setiap personel memiliki aturan dan batasan gerak yang harus dipatuhi saat menjalankan tugas di tengah masyarakat. Pendekatan persuasif dan humanis, lanjutnya, menjadi prioritas dalam menjaga stabilitas wilayah.
Dandim menambahkan, komunikasi menjadi kunci utama dalam membangun sinergitas, baik dengan pemerintah daerah, aparat keamanan lainnya maupun insan pers.
“Insya Allah hubungan silaturahmi kita akan semakin meningkat. Saya selaku Dandim akan terus berupaya membangun komunikasi, baik dengan perwira staf maupun seluruh jajaran,” ujarnya.
Sistem komunikasi di Kodim, lanjutnya, berjalan melalui satu pintu komando, mencakup bidang intelijen, personel, serta fungsi staf lainnya. Dengan demikian, setiap informasi yang berkembang dapat dikelola dan disikapi secara tepat.
“Dengan komunikasi kita bisa saling mengenal. Informasi harus dikelola dan dikemas dengan baik, sehingga sikap yang diambil tepat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa TNI merupakan alat pertahanan negara yang akan bertindak sesuai aturan apabila terjadi situasi yang mengganggu stabilitas dan keamanan.
Secara struktur, Kodim 1308/LB membawahi tiga kabupaten, yakni Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut, dengan kekuatan 412 personel serta didukung 14 Koramil jajaran.
Mengenai latar belakangnya, Cepi Kartiwa merupakan lulusan IKIP Bandung jurusan olahraga dan mengikuti pendidikan militer melalui jalur Sepa PK. Penugasan pertamanya sebagai Letda dijalani di Kodam Iskandar Muda, Aceh.
Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjabat sebagai Komandan Peleton, Komandan Kompi, hingga dipercaya sebagai Koordinator Jasdam sebelum akhirnya mengemban amanah sebagai Dandim 1308/LB. (AL/*)













