BANGGAI – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Banggai menargetkan penyaluran bantuan bibit kakao dan bibit kelapa dalam tahap II direncnakana awal September 2026.
Kepala Bidang Perkebunan DTPHP Banggai, Dewi Wahyuni Mang, mengatakan bahwa proses penyaluran bantuan bibit kakao saat ini masih berada pada tahap sosialisasi dan penyelesaian administrasi bagi kelompok tani calon penerima bantuan.
“Setelah seluruh tahapan administrasi selesai, baru dilakukan proses penyaluran. Kami memperkirakan bantuan dapat disalurkan pada awal September 2026,” ujar Dewi.
Program peremajaan dan perluasan tanaman kakao, pengadaan bibit sepenuhnya dilakukan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan. Adapun Pemerintah Kabupaten Banggai melalui DTPHP sebatas menyiapkan lahan pelaksanaan program.
“Program ini menargetkan pengembangan tanaman kakao seluas 3.000 hektare yang tersebar di 24 kecamatan di Kabupaten Banggai,” kata Dewi.
Kaitan dengan penyaluran bantuan bibit kelapa dalam tahap II juga dijadwalkan berlangsung pada periode yang sama. Program tersebut akan menyasar sekitar 118 kelompok tani yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Banggai.
Tim dari Kementerian Pertanian pada akhir Juli 2026 telah melakukan pengecekan langsung penangkar bibit kelapa sebagai bagian dari proses verifikasi sebelum penyaluran.
“Sudah dilakukan pengecekan langsung ke penangkar, sehingga penyalurannya diperkirakan dapat dilaksanakan pada September,” ungkapnya via telephon
Bantuan bibit kelapa varietas unggul tersebut merupakan bantuan langsung dari pemerintah pusat. Sebanyak 118 kelompok tani penerima tersebar di Kecamatan Bunta, Simpang Raya, Nuhon, Moilong, Nambo, Pagimana, Batui, Batui Selatan, Kintom, Lobu, dan Mantoh.
Dewi menjelaskan, estimasi kebutuhan bibit mencapai sekitar 110 pohon per hektare. Namun, jumlah tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi lahan, baik yang berada di wilayah datar maupun berkontur atau berbukit. “Estimasi kebutuhan sekitar 110 pohon per hektare, tetapi tetap disesuaikan dengan kondisi lahan,” jelasnya.













