BANGGAI – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), Kabupaten Banggai menjadikan Taman Ale To sebagai kebun edukasi untuk studi tiru bagi masyarakat maupun pelajar.
Taman Tani Ale To terletak di belakang Kantor Dinas TPHP sebelumnya berisis tanaman tahunan atau tanaman keras, kini telah ditanami tanaman hortikultura dan sedang berproduksi.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Banggai, Subhan Lanusi, mengatakan, beragam jenis tanaman yang terdapat di taman Tani Ale To itu, menggunakan metode perawatan berbeda. Adapun jenis tanaman dan sedang berproduksi yakni, tomat, melon, cabe rawit, boncis, jagung, terong dan ketimun.
“Tanaman terong sudah mulai panen, insya allah di bulan ramadhan nanti tanaman tomat sudah bisa panen,” ungkap Subhan Lanusi disela – sela panen perdana terong Senin (21/1/2025) sore.
Taman Ale To telah menjadi Kebun percontohan ke dua yang di buat oleh Dinas TPHP Banggai. Kebun percontohan pertama berada di pekarangan rumah jabatan Bupati Banggai.
Kebun percontohan kedua ini kata Subhan, bertujuan untuk memberi contohan ke petani Kabupaten Banggai serta dukungan dalam mensukseskan program satu juta satu pekarangan yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan pekarangan.
“Panen perdana kali ini juga memberikan contoh ke petani, terlebih khusus juga buat kita di dinas. Jangan sampai kita sendiri dinilai hanya banyak sosialisasi, banyak bercerita tapi kita sendiri tidak mampu melasakankan program satu juta satu pekarangan,” terangnya
Kebun percontohan ke dua ini berisi jenis tanaman yang tidak berbeda dengan yang ditanamani oleh petani di Kabupaten Banggai. “Tidak ada perbedaan. Apa kita tanam ini, itu juga yang ditanam oleh petani,” sebut Subhan.
Metode pemeliharaaan dan perawatan jenis tanaman, sebut Subhan, tergantung dari cara perlakuan petani itu sendiri. “Jika perlakuan baik terhadap tanaman maka hasilnya akan bagus. begitupun sebaliknya,” terang Ondan sapaan akrab Subhan Lanusi.
Kebun percontohan kedua ini, tidak bisa dijadikan sebagai rujukan untuk edukasi atau metode pembelajaran bagi petani di Kabupaten Banggai. Sebab, para penyuluh pertanian yang tersebar di 24 Kecamatan juga memiliki ilmu cara pemeliharaan dan perawatan tanaman seperti yang dilakukan oleh pengelola kebun disini.
“Jadi para petani biar tidak kesini (Taman Ale To – red) sudah ada penyuluh di lapangan. metode perawatan dan pemeliharaan tanaman yang dilakukan di kebun ini, sama juga dengan yang dilakukan oleh para penyuluh di kecamatan – kecamatan,” pungkas Subhan. (AL)











