Dari Banggai ke Jakarta, Empat Pelajar Wakil JOB Tomori Asah Kepemimpinan di GFLN 2026

BANGGAI – Empat pelajar asal Kabupaten Banggai menjadi wakil dari wilayah operasi JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) mengikuti program Global Future Leaders Network (GFLN) Batch 1 Tahun 2026, yang dilaksanakan selama empat hari sejak 16 sampai dengan 20 Juni 2026, di Jakarta.

Keempat pelajar tersebut adalah Afgan Salim Dg. Pasau dan Novita Lambase dari SMK Negeri 1 Batui Selatan, serta Kerin Ayunda Putri dan Tri Haryanto Putra dari SMA Negeri 1 Moilong. Mereka menjadi bagian dari 38 peserta terbaik hasil seleksi nasional yang diselenggarakan Yayasan Bina Antarbudaya bekerja sama dengan SKK Migas dan KKKS.

GFLN adalah program pengembangan kepemimpinan yang diinisiasi oleh SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan dilaksanakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya.

Kegiatan yang diselenggarakan selama lima hari itu, peserta mengikuti rangkaian workshop tatap muka bersama pelajar dari 13 wilayah operasi KKKS se Indonesia. Peserta juga mendapatkan materi mengenai Global Competence, Intercultural Learning, Sustainable Development Goals (SDGs), serta Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Selain itu, peserta mengikuti berbagai aktivitas kolaboratif yang dirancang untuk mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, dan pemecahan masalah. Salah satu kegiatan utama adalah penyusunan proyek akhir (capstone project) yang berfokus pada solusi inovatif terhadap isu pembangunan berkelanjutan.

Peserta program Global Future Leaders Network (GFLN) Batch 1 Tahun 2026, yang dilaksanakan sejak 15 – 20 Juni 2026, di Jakarta.

Bagi Afgan Salim Dg. Pasau, GFLN menjadi pengalaman yang memperluas cara pandangnya sekaligus memperkuat keyakinannya bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

“Program ini bukan hanya mempertemukan saya dengan teman-teman dari berbagai daerah, tetapi juga membuka wawasan baru tentang banyak hal. Saya belajar melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda, memahami pentingnya kolaborasi, serta mengenali potensi yang selama ini belum saya sadari dalam diri sendiri,” ungkap Afgan.

Menurutnya, GFLN memberikan ruang untuk belajar, beradaptasi, dan memahami keberagaman yang ada di Indonesia.

“Saya belajar menjadi lebih percaya diri dalam menyampaikan gagasan, meningkatkan kemampuan kepemimpinan, serta memahami bahwa inovasi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masa depan. Pengalaman ini membuat saya semakin yakin bahwa setiap anak daerah memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Afgan menambahkan, kesempatan mengikuti program tersebut merupakan salah satu momen berharga dalam perjalanan hidupnya.

“Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Dukungan dari JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi memberikan saya ruang untuk belajar dan mendapatkan pengalaman yang mungkin tidak akan saya peroleh di tempat lain. Saya berharap ilmu dan inspirasi yang saya dapatkan dapat saya bagikan kepada teman-teman di sekolah dan memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah saya,” tutupnya.

Sementara itu, Novita Lambase menilai GFLN sebagai titik balik yang membantunya menjadi pribadi yang lebih percaya diri. “Sebelum mengikuti program ini, saya sering merasa ragu ketika harus berbicara di depan banyak orang. Namun selama mengikuti berbagai kegiatan dan berdiskusi dengan peserta dari berbagai daerah, saya belajar untuk lebih berani menyampaikan pendapat dan menghargai perspektif orang lain,” kata Novita.

Proses pembelajaran kata Novita, yang paling berkesan justru hadir melalui interaksi dengan sesama peserta. “Saya menyadari bahwa setiap orang memiliki cerita, pengalaman, dan cara berpikir yang berbeda. Dari sana saya belajar tentang toleransi, komunikasi, dan pentingnya bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Pengalaman ini membuat saya lebih yakin untuk terus belajar dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Bagi Kerin Ayunda Putri, GFLN menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus menguji kemampuannya beradaptasi di lingkungan yang baru. “Saya ingin merasakan pengalaman yang berbeda dari rutinitas di sekolah dan bertemu dengan orang-orang yang memiliki latar belakang beragam. Ternyata, dari setiap percakapan dan kegiatan yang kami jalani bersama, saya memperoleh banyak pelajaran yang tidak bisa ditemukan di dalam kelas,” cetus Kerin.

Kerin mengaku terkesan dengan semangat kolaborasi yang tumbuh selama program berlangsung. “Saya belajar bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan. Ketika berbagai ide dan pengalaman dipadukan, lahirlah solusi yang lebih baik. Hal itu membuat saya lebih terbuka terhadap gagasan baru dan semakin percaya diri untuk terus mengembangkan diri,” tambahnya.

Demikian dikatakan Tri Haryanto Putra menilai GFLN sebagai pengalaman yang membuka wawasannya tentang peran generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Program ini mengajarkan saya bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Saya belajar tentang kepemimpinan, keberlanjutan, serta pentingnya membangun kerja sama dengan orang-orang yang memiliki latar belakang dan cara berpikir yang berbeda,” ungkap Tri.

Pembelajaran yang diperoleh selama mengikuti program akan menjadi bekal berharga untuk masa depan. “Saya pulang dengan banyak pelajaran, teman baru, dan semangat untuk terus belajar. Pengalaman ini membuat saya semakin yakin bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan masa depan yang lebih baik. Saya berharap suatu saat dapat memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan masyarakat tempat saya berasal,” tutup Tri.

Pjs. Relations, Security, & Comdev Manager JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi, Andi Basuki, mengatakan ke empat pelajar asal kecamatan Batui Selatan dan kecamatan Moilong ini, sebelumnya telah menjalani proses seleksi yang dilaksanakan di seluruh wilayah operasi KKKS, para peserta dinilai tidak hanya dari prestasi akademik, tetapi juga potensi kepemimpinan, kemampuan komunikasi, motivasi, kemampuan beradaptasi, serta komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Dari ratusan pelajar yang mendaftar dari berbagai daerah di Indonesia, keempat pelajar asal Banggai tersebut berhasil lolos dan menjadi bagian dari 38 peserta terbaik yang mengikuti GFLN Batch 1 Tahun 2026. Sebelum mengikuti lokakarya tatap muka di Jakarta, para peserta terlebih dahulu menyelesaikan pembelajaran virtual selama lima minggu yang membahas kompetensi global, pembelajaran lintas budaya, keberlanjutan, dan pengembangan karakter.

Andi Basuki menyebut, bahwa Global Future Leaders Network (GFLN) merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan generasi muda yang berwawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang menjadi bagian dari identitas mereka.

“Kami meyakini bahwa generasi muda di wilayah operasi memiliki potensi besar untuk berkembang dan berkontribusi bagi masa depan daerah maupun bangsa. Melalui GFLN, kami berupaya memberikan kesempatan yang lebih luas bagi pelajar untuk memperkaya wawasan, memperkuat kemampuan kepemimpinan, serta membangun jejaring dengan rekan-rekan dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Andi.

Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program tidak hanya memperkaya pengetahuan dan keterampilan peserta, tetapi juga membentuk karakter, kepercayaan diri, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.

“Kami berharap Afgan, Novita, Kerin, dan Tri dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus belajar, berani bermimpi, dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. Bekal pengalaman, wawasan, dan jejaring yang mereka peroleh diharapkan dapat menjadi modal berharga untuk menciptakan perubahan positif serta berkontribusi bagi kemajuan Banggai dan Indonesia di masa depan,” tambahnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *