Pertamina EP DMF Gelar Media Briefing bersama PWI Banggai, Kunjungi UMKM Binaan

BANGGAI – Pertamina EP Donggi Matindok Field menggelar kegiatan media briefing bersama belasan wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banggai, yang dirangkaikan dengan kunjungan ke sejumlah Program Pengembangan Masyarakat (PPM), Minggu, (15/2/2026).

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Kelompok UMKM di Dusun III, Desa Nonong, Kecamatan Batui. Kelompok Noto Snack binaan Pertamina EP DMF yang bergerak dibidang olahan makanan berdiskusi langsung dengan belasan wartawan dan perwakilan manajemen perusahaan.

Relation & Land Matter Pertamina EP Donggi Matindok Field, Jemsar Panganju, menyambut baik kehadiran para pewarta di Kabupaten Banggai dalam kegiatan media briefing tersebut.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kolaborasi antara manajemen perusahaan dan insan pers di Banggai, sehingga terjalin komunikasi yang lebih terbuka dan konstruktif.

Menurutnya, melalui kegiatan ini para wartawan dapat mengetahui secara langsung bagaimana proses pengembangan kelompok pemberdayaan masyarakat binaan perusahaan, khususnya dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat melalui kelompok perempuan.

“Melalui kegiatan ini, rekan-rekan wartawan bisa melihat secara langsung bagaimana pengembangan kelompok binaan kami berjalan, termasuk dampaknya terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Jemsar.

Ia menambahkan, perusahaan berkomitmen untuk terus mendorong program pemberdayaan yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kami senang bisa memperlihatkan langsung bagaimana binaan kami berjalan dan dampaknya terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Ketua PWI Banggai, Abdul Saleh, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak perusahaan yang telah berkenan mengundang PWI Banggai untuk melihat secara langsung kelompok pemberdayaan masyarakat binaan Pertamina EP Donggi Matindok Field (DMF).

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan media briefing ini. Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan ruang bagi insan pers untuk mengetahui secara langsung program-program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan perusahaan,” ujar Abdul Saleh.

“Kami berharap sinergi antara PWI Banggai dan perusahaan dapat terus terjalin dengan baik ke depannya,” tutupnya.

Ketua Kelompok Pemberdayaan Perempuan, Siti Hadjar, menyampaikan bahwa kelompok yang dipimpinnya beranggotakan 13 orang dan berdiri sejak tahun 2022.

Ia menjelaskan, pada awal pembentukannya kelompok tersebut bernama Barokah Food sebelum akhirnya berganti nama menjadi Noto Snack sebagai bagian dari pengembangan dan penataan usaha.

Siti Hadjar mengungkapkan, sejak proses pendirian hingga pengembangan usaha, kelompoknya menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi manajemen, produksi, maupun pemasaran. Namun demikian, berkat semangat kebersamaan dan komitmen para anggota, mereka mampu beradaptasi dan terus mengembangkan usaha secara bertahap.

“Memang ada tantangan dalam perjalanan kelompok, namun kami terus berproses dan saling mendukung,” ungkap Siti Hadjar.

Ia berharap, ke depan usaha yang dijalankan dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi seluruh anggota serta masyarakat sekitar.

Saat ini, Noto Snack memproduksi sejumlah produk unggulan, di antaranya kacang disko, abon ikan, sambal ikan goreng, dan keripik pisang. Ke depan, kelompok ini juga berencana menambah varian produk baru seperti rangginang guna memperluas pilihan dan daya saing di pasaran.

Untuk bahan baku olahan seperti keripik, kelompok kini tidak lagi mengalami kesulitan karena sebagian besar dapat diperoleh dari desa setempat. Hal ini turut mendukung perputaran ekonomi lokal dan memberdayakan petani maupun pelaku usaha di sekitar wilayah tersebut. Selain itu, kelompok juga mendapatkan dukungan dana dari Pertamina EP Donggi Matindok Field guna menunjang kelancaran proses produksi.

Dari sisi produksi, omzet kelompok per bulan mencapai lebih dari Rp5 juta di atas biaya produksi. Meski pertumbuhan usaha belum sepenuhnya stabil, capaian tersebut telah membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga para anggota.

Kelompok juga aktif melakukan pencatatan keuangan dan telah mengikuti pelatihan penguatan manajemen keuangan yang difasilitasi perusahaan. Pendampingan intensif terus diberikan untuk meningkatkan kapasitas usaha, baik dari sisi produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran.

Saat ini, produk Noto Snack tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga telah menjangkau pasar regional serta dipromosikan melalui galeri UMKM dan berbagai kegiatan promosi lainnya.

Program pembinaan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina EP Donggi Matindok Field dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Melalui berbagai program seperti pelatihan formulasi produk, penguatan manajemen usaha, peningkatan kualitas pengemasan, hingga perluasan akses pemasaran, perusahaan berharap UMKM binaan dapat tumbuh lebih mandiri, profesional, dan berkelanjutan.

Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga pada penguatan tata kelola usaha agar kelompok mampu mengelola keuangan secara tertib dan terukur.

Melalui kegiatan media briefing ini, perusahaan juga berharap publik semakin mengetahui secara luas dampak nyata dari program pemberdayaan yang dijalankan bersama masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan insan pers dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *