Rabu (21/1/2026), Aula Makodim 1308/Luwuk Banggai tak seperti biasanya. Pertemuan gabungan Persit yang lazim berlangsung formal mendadak dipenuhi suasana tegang. Seorang prajurit, Pelda Ahmad Jamila, berdiri di hadapan pucuk pimpinan Kodim 1308/LB bersama sang istri, Miniarti. Wajahnya pucat, matanya berkaca-kaca.
Nada suara Dandim 1308/LB, Letkol Inf Cepi Kartiwa, terdengar tegas saat melontarkan sejumlah pertanyaan. Pelda Ahmad Jamila terdiam. Tangannya yang menggenggam mikrofon tampak gemetar. Sesekali ia mengusap wajahnya yang mulai basah oleh air mata. Di sampingnya, Miniarti tak kuasa menahan tangis.
Ahmad Djamila dan Miniarti tak memahami apa yang terjadi.
Beberapa saat sebelumnya, Kasdim 1308/LB Mayor Inf Selumiel menyampaikan laporan bahwa Pelda Ahmad Jamila kerap datang ke Luwuk bersama seorang perempuan lain. Laporan itu membuat suasana aula yang dihadiri ratusan anggota Persit menegang. Dugaan, kecemasan, dan berbagai prasangka bercampur menjadi satu.
Namun semua itu ternyata hanyalah bagian dari sebuah skenario untuk memberi surprise kepada Pelda Ahmad Djamila dan Miniarti.
Ketegangan mendadak berubah menjadi hening ketika Dandim beserta istrinya melangkah mendekat. Dua lembar surat diserahkan kepada Pelda Ahmad Jamila dan Miniarti. Keduanya diminta membaca isi surat tersebut.
Detik demi detik berlalu. Mata Pelda Ahmad Jamila membelalak. Miniarti refleks menutup mulutnya, sebelum akhirnya mencucurkan air mata. Surat itu berisi satu kabar yang tak pernah mereka bayangkan: hadiah umrah.
Tangis haru pun pecah. Pelda Ahmad Jamila memeluk istrinya erat-erat. Di aula makodim, air mata bukan lagi lambang ketakutan, melainkan saksi rezeki yang datang secara tak terduga, di tengah pengabdian yang dijalani dengan kesederhanaan.
Hadiah umroh tersebut diberikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Paulina Simanjuntak. Pemberian ini merupakan bentuk penghargaan KSAD Tahun 2026 sekaligus apresiasi dari Persit KCK Pusat.
Pelda Ahmad Jamila dikenal sebagai prajurit yang saat ini bertugas sebagai Bintara Urusan Tata Usaha Dalam (Batuud) di Koramil 1308-10/Salakan. Selama lebih dari dua dekade berdinas di TNI AD, sebagian besar masa pengabdiannya dihabiskan di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan.
Ia memulai tugas di Koramil 1308-11/Liang selama kurang lebih tiga tahun, kemudian berpindah ke Koramil 1308-10/Salakan. Ia juga sempat bertugas di Unit Intel Kodim 1308/LB sebelum akhirnya kembali mengabdi di Koramil 1308-10/Salakan hingga saat ini.
Di balik seragam lorengnya, Pelda Ahmad Jamila menjalankan tugas dengan disiplin dan tanggung jawab. Di sisinya, Miniarti setia mendampingi, menguatkan dalam diam. Dalam surat resmi bernomor B/1/2026/Set Pengurus Pusat Persit Kartika Chandra Kirana TNI AD, KSAD secara khusus menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Miniarti atas ketulusan mendampingi suami serta dharma baktinya bagi TNI Angkatan Darat.
“Tidak pernah terbayang sebelumnya bahwa rezeki ini diberikan kepada saya dan istri. Kalaupun yang menerima hanya istri saya, saya tetap bersyukur,” ujar Pelda Ahmad Jamila dengan nada ibah ke Wartawan CNADaily.Id
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dandim 1308/LB atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada dirinya dan keluarga.
“Kepada Dandim, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga Dandim selalu diberikan kelancaran dan rezeki dalam memimpin Kodim 1308/LB,” tuturnya.
Pagi itu, air mata menjadi saksi bahwa pengabdian yang dijalani dengan tulus, cepat atau lambat, akan menemukan jalannya sendiri menuju penghargaan. (*/AL)













