BANGGAI – Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Desa Honbola, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Smith Damaila naik pitam atas dugaan penghinaan dan pelecehan ke anggota BPD.
Dugaan pelecehan via chat tersebut aku Smith, tidak ditujukan langsung ke dirinya,
Tapi di alamatkan ke Meiping Insu selaku Wakil Ketua BPD melalui chat aplikasi Messenger.
Smith Damailah secara tegas bakal membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. “Saya tidak terima dengan isi kalimat chat yang di alamatkan ke wakil BPD karena ini sudah menyebut lembaga BPD, maka saya ambil sikap untuk menempuh jalur hukum,” terang Smith Damailah
Smith akan mengundang anggota BPD untuk segera membuka laporan polisi. Pihaknya sebut Smith, telah berkonsultasi ke Mapolres Banggai, namun disarankan agar membuka laporan polis ke Polsek setempat.
“Besok saya akan undang yang bersangkutan untuk segera mungkin membuka laporan Polisi agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” tegas Smith
Secara terpisah Meiping Insu kepada media ini menyampaikan, penghinaan via chat yang dialamatkan ke dirinya melalui akun bernama YN.
Chat tersebut langsung dialamatkan ke foto dirinya yang mengunakan seragam BPD yang di apload melalui akun pribadinya.
“Foto yang saya story dia komen langsung” terang Meiping Insu kepada media saat berbincang di halaman Kantor Kesbangpol Banggai (4/8/2025).
Berikut Kutipan Via Chat;
“Tidak ada tanggung jawabnya kamu BPD, cuma makan gaji haram, tugas BPD cuma mempermasalahkan pemerintah desa membangun permusuhan, itu yang BPD Tau,”
“BPD Honbola, cumah pa makxs dgn Sidon yang bisa memberi saran saran – saran ke kepada pemerintah desa, selian itu hanya membangun permusuhan dan mempermalukan pemerintah desa, jadi pemilihan ke depan jangan lagi mengangkat atau memilih mereka”












