Kapolsek dan Danramil Himbau Warga Honbola Jaga Keamanan

BANGGAI – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Batui dan Komandan Rayon Militer (Danramil) 1308-03/Batui mengimbagau ke masyarakat desa Honbola untuk selalu menjaga keamanan dan keteriban desa.

Himbau Kapolsek dan Danramil tersebut disampaikan di sela – sela proses mediasi perseteruan antara Pemdes Honbola dan Pendeta dan Jemaah Gereja Ekklesia (GPdi) Honbola berlangsung di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Banggai, pada Senin (4/8/2025) pagi.

Kapolsek Batui IPTU Rudi Dg Sumbung, mengimbau proses mediasi persoalan ini tidak ada pihak saling menyalahkan. Mediasi ini untuk mencari solusi dan bukan memperdalam masalah.

“Proses mediasi ini untuk mencari solusi bukan lagi saatnya untuk kita saling menyalahkan pihak lain. Semua pihak kami minta untuk menahan diri agar menemukan solusi,” himbau IPTU Rudi.

IPTU Rudi menyebut, sekaitan dengan pemecatan guru Sekolah Minggu, memang hak pendeta. Namun IPTU Rudi menyarankan untuk kedepannya Pendeta Utama Hallawa dalam mengambil keputusuan agar selalu berkoordinasikan dengan pemerintah desa setempat.

“Mungkin ini adalah miskomunikasi sehingga saya harapkan masyarakat Honbola dapat menjaga kemanan dan ketertiban, kita disini mencari solusi,” pesannya mengingatkan.

Rudi menambahkan, jika ada perbuatan yang menurut warga ataupun pihak lain adanya indikasi perbuatan yang melanggar hukum, Rudi mempersilahkan untuk  membuat aduan/laporan ke Polsek.

“silahkan laporkan kalau ada perbuatan yang melanggar hukum. Kami akan proses laporannya, jika terbukti ada indikasi pelanggaran akan kami tindak,” tegas IPTU Rudi.

Polsek Batui sebut IPTU Rudi, sangat mengharapkan adanya keamanan dan ketertiban di setiap desa wilayah hukum Polsek Batui. Kepada warga maupun pemerintah desa agar selalu mengendepankan koordinasi, dengan demikian permasalahan yang timbul di desa dapat teratasi.

“Kalau kita jarang berkoordinasi persoalan kecil tapi kalau berlarut – larut akan membesar,” pungkasnya.

Danramil Kapten Inf Supartono turut mengingatkan kepada pemerintah desa dan warga agar selalu menjaga silaturahmi dan mengedepankan tali persaudaraan.

“Setiap ada persoalan kedepankan persaudaraan, agar silaturahmi antara warga dan aparat desa terjalin baik,” pesan Kapten Inf Supartono mengingatkan.

Senada disampaikan Ketua FKUB, Sofyansah Yunan, masyarakat tetap mengedepankan tali persaudaraan, agar proses mediasi menemui titik temu. “Kalau kita merasa bersaudara maka jangan betikai, perkuat tali persaudaraan,” himbau Sofyansah.

Sementara itu, Ketua BPD Honbola, Smit Damaila juga turut menyampaikan harapannya melalui proses mediasi ini tidak ada lagi gejolak yang terjadi di desa tidak berlarut – larut. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *