Petani Durian Musang King Minta Suplai Air dan Jalan Usaha Tani Ditingkatkan

BANGGAI – Puluhan petani di areal perkebunan Laedong, Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan mengalami beragam kendala, diantaranya akses jalan rusak parah dan kesulitan air.

Padahal sumber mata air jeliji di wilayah tersebut berjarak sekira 4 kilo meter dari areal perkebunan warga yang kini menjadi salah satu titik pengembangan bibit durian varietas MK Horti Mart atau durian musang king.

Sebagaimana di sampaikan Padly K Adam, Ketua Kelompok Tani Momposaangu Tanga, Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan. Kerusakan jalan menuju perkebunan Laedong mulai sekira tiga kilo meter dari pertigaan jalan menuju perkampungan RT IV.

Selain kerusakaan jalan mereka juga mengalami kesulitan air. “ kalau sumber air jaraknya sekira 4-5 Km dari areal ini,” terang Padli k Adam kepada wartawan di sela  – sela kegiatan tanam perdana Durian Musang King, Minggu (29/6/2025) pagi.

Padli menitip harapan kepada Pemkab Banggai dapat membantu meringankan beban mereka untuk memfasilitasi pembuatan jaringan air serta perbaikan jalan menuju akses perkebunan mereka. Selain itu harapan lainnya petani juga membutuhkan jaringan telekomunikasi.

Lokasi perkebunan di areal Laedong terdapat  lebih dari 80 an petani kebun yang  bercocok tanam tanaman cengkeh, pala dan durian serta jenis tanaman horti lain.

Beberapa titik kerusakan parah, petani berinisiatif secara swadaya melakukan perbaikan jalan dengan cara mengecor.

“harapan kami instansi tekhnis dapat menganulir permintaan perbaikan akses jalan serta kebutuhan air, dan tower telekomunikasi,” demikian harapan Padli.

Sementara itu, petani lain di areal perkebunan Pongkokaa juga mengharapkan hal yang sama. Sebagaimana diutarakan Hamsia T Aman, anggota kelompok Agrotani menyebut di kompleks areal perkebunan mereka juga mengalami kesulitan air.

“Di arel perkebunan kami juga ini masih mengalami kesulitan air, jarak dari sumber air sekira 3 Km,” pungkas Hamsia.

Padli K Adam bersama Hamsia T Aman, juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemda yang telah memberikan bantuan bibit durian musang king kepada kelompok tani mereka.

“ kami sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Bupati dan Wabup serta Dinas TPHP yang telah memberikan bantuan bibit durian ini untuk di kembangkan di areal perkebunan kami,” tutup Padli.

Informasi yang dirangkum media ini, Pemda Banggai melalui Dinas TPHP telah menetapkan lokasi perkebunan di Laedong dan Pongkokaa dan sekitarnya adalah areal yang direncanakan sebagai salah satu tempat pengembangan sentra penghasil durian musang king.

Pengembangan Durian MK Musang King adalah Program Pembangunan Strategis Daerah (PPSD) Tahun 2025. Bibit durian yang disalurkan kepada petani di tahun ini, sebanyak 26 ribu lebih bibit yang telah disalurkan di 15 kecamatan. Di kecamatan Luwuk Selatan terdapat empat kelompok tani yakni,  Kelompok Mompong Saangu Tanga, Agro Tani, Bukit Harapan dan Nyiur Melambai. Para kelompok tani ini masing  – masing menerima 1.000 bibit. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *