Demo KIM Indonesia di KPK Dinilai Upaya Pembunuhan Karakter Tehadap ATFM

BANGGAI – Menyikapi demo Komite Independen Mahasisiwa Indonesia (KIM-Indonesia) di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Jumat (21/3/2025), mendapat tanggapan dari politisi Partai Demokrat Sulteng, Irfan Bungaadjim.

Demo tersebut nilai Irfan Bungaadjim sebagai upaya pembunuhan karakter (karakter assassination) terhadap Bupati Amirudin Tamoreka dan wakil nya Furqanuddin Masulili, yang juga sebagai salah satu calon Pilkada yang akan di pilih pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 5 April 2025 nanti.

“Nampak jelas demo di KPK itu mengarah pada tindakan pembunuhan karakter terhadap ATFM yang tidak lain adalah calon Petahana,” ungkap Irfan Bungaadjim saat berbincang dikediamannya Sabtu (22/3) malam.

Demo dan kritik adalah hal biasa diera demokrasi. Namun, jangan sampai menjurus pada tuduhan subjektif dan tendensius. Apalagi kata dia, tuduhan KIM Indonesia yang dialamatkan kepada Bupati Amirudin dengan memajang foto.

Irfan malah mendesak kepada Bawaslu Banggai, untuk mengusut dalang dari demo tersebut. Sebab demo yang dilakukan oleh KIM Indonesia kata dia telah mengarah pada pembunuhan karakter tehadap pasangan ATFM.

“Itu kan jelas foto Bupati AT dan ditulis dengan tuduhan korupsi. Jelas ini mengarah pada upaya pembunuhan karakter,” terang Irfan yang juga Advokad.

Mantan pewarta ini berharap, pada pelaksanaan PSU tetap berpijak pada moralitas politik, meskipun pertarungan para calon kian memanas.

“Semua calon juga ini bukan orang lain, semua adalah putra dan putri terbaik kabupaten Banggai, jadi saya berharap untuk tetap saling menghormati dan menghargai prinsip dan falsafah POTOUTUSAN atau persaudaraan,” terangnya.

Terakhir sy menghimbau, para calon dan tim fokus untuk menjual ide dan gagasan untuk  5 Tahun dalam membangun Kabupaten Banggai. Dari pada sibuk dengan upaya – upaya pembunuhan karakter antara calon.

“Apa yang akan di lakukan pada 5 tahun kedepan dalam membangun daerah dan mensejahterakan masyarakat. Ini yang mestinya jadi fokus utama dan menjadi kerinduan masyarakat” pungkas. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *