BANGGAI – Tampil dengan pakaian adat ciri khas Gorontalo, penampilan putra – putri binaan Karang Taruna Desa Polo, Kecamatan Bunta yang menjadi satu dari sekian peserta lomba menari di acara Bunta Expo pada Kamis (30/5/2025) malam, menarik perhatian pengunjung.
Tari kreasi berjudul Hulondalo Lipu’u diperagakan enam penari remaja asal Desa Polo, tiga putra dan tiga putri menjadi pusat perhatian ribuan pasang mata.
Padangan pengunjung tertuju ke arah panggung saat lagu Hulondalo Lipu’u di putar, warga yang berdekatan dengan panggung utama ikut mengabadikan gambar menggunakan kamera ponsel.
Enam penari yang semula berada di dua sisi panggung satu persatu menaiki tribun yang diiringi pembacaan synopsis tarian Hulondalo Lipu’u oleh pemandu Master of Ceremony atau MC.
Tari kreasi Hulundlao Lipu’u diciptakan oleh Delim Abas, lirik Hulondalo Lipu’u, menceritakan tentang keindahan alam Gorontalo dan juga menceritakan tentang kerinduan seseorang yang rindu tanah kelahirannya Gorontalo.
Berikut kutipan sinopsis tari kreasi Hulondalo Lipu’u;
“Tari Hulonthalo Lipu’u merupakan tarian kreasi daerah Gorontalo yang di iringi dengan lagu daerah Hulonthalo Lipuu. Lirik Hulonthalo Lipu’u menceritakan tentang berbagai hamparan keindahan alam yang ada di semenanjung Gorontalo dan juga menceritakan tentang kerinduan seseorang terhadap tanah kelahiran atau kampung halamannya Gorontalo.
Gerakan-gerakan pada tarian Hulonthalo Lipu’u memperlihatkan karakter masyarakat Gorontalo yang keras namun ramah, aktif, lincah dan tegas namun lembut dan juga anggun. Karakter keras dapat digambarkan melalui property kipas. Selendang menggambarkan karakter lincah dan aktif. Hamsey (pakaian adat Gorontalo) menggambarkan karakter anggun dan lembut.”
ke enam penari binaan Karang Taruna Desa Polo, yakni, Moh. Rifal Ladiku. Siti Aisyah Ismail. Aisya Maharani A. Ladiku. Rinto Ag Husa. Nurulfaini Laoti dan Zulkifli Saleh, serta pelatih tarian Indra Ladiku. Para penari pelajr yang kini mengenyam pendidikan di bangku Kelas X di SMA Negeri 1 Bunta dan Madrasah Aliyah Alkhaerat Bunta serta ada ada beberapa orang tidak lagi bersekolah.
“Sekitar satu bulan latihan menari, kita belajar dari yotube, beruntung anak anak ini memiliki bakat dan punya kemauan untuk belajar,” kata Sekretaris Desa Polo, Nurwahida Hasan.
Nurwahida menambahkan, untuk memeriahkan kegiatan Bunta Expo, Pemdes Polo juga mengikutserta beberapa lomba diantaranya, lomba paduan suara ibu – ibu PKK, Pop Singer, Pidato PKK dan Senam Sehat.
Suksesnya penampilan peserta untusan Desa Polo di kegaitan ceremoni yang setiap tahun dilaksanakan, tentunya tidak lepas dari peran aktif pemerintah desa. **













