BANGGAI – Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Banggai, memperingati Hari Bhakti ke 74 pada Jumat (26/1/2023) pagi, dengan menggelar upacara Hari Bhakti bertempat di halaman Kantor Imigrasi dan di hadiri Forkopimda Banggai.
Kepala Kantor Imigrasi Octaveri, selaku inspektur Upacara membacakan sambutan tertulis Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly. menyebut, upacara yang dilakukan merupakan momentum istimewa dan dapat merayakan pencapaian, dedikasi, dan komitmen yang telah membentuk perjalanan panjang Direktorat Jenderal Imigrasi dalam mengawal dan mengisi pembangunan Indonesia.

Peringatan Hari Bhakti Imigrasi mengusung tema ‘Transformasi Peran Keimigrasian Melalui Strategi Digitalisasi. Mari kita refleksikan peran penting yang diemban oleh Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi Keimigrasian,” ungkap Octaveri.
Selama 74 tahun berkiprah, Ditjen Imigrasi telah mengalami berbagai tantangan dan pencapaian gemilang. Dengan tekad dan semangat kebersamaan serta sumber daya manusia berkualitas, Direktorat Jenderal Imigrasi dapat mengatasi setiap hambatan.
Tahun 2023 penerimaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Ditjen Imigrasi mencapai 320% (tiga ratus dua puluh persen). Capaian realisasi PNBP hingga 31 Desember 2023 adalah 7.6 triliun rupiah, hal ini merupakan pencapaian terbesar dalam sejarah Direktorat Jenderal Imigrasi. Hal ini dapat dikatakan bahwa Ditjen Imigrasi berkontribusi dalam percepatan perekonomian nasional.
Di tengah perkembangan global, keberhasilan suatu bangsa tidak hanya diukur dari kekayaan alamnya, tetapi juga dari potensi dan kualitas sumber daya manusianya. Dalam era revolusi industri 4.0, SDM harus memiliki keterampilan yang relevan dan mutakhir, hal ini menjadikan penguatan internal sebagai aspek krusial dalam kesuksesan suatu organisasi.
Pengembangan SDM menjadi prioritas utama. Investasi dalam pelatihan dan pengembangan tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapo juga menciptakan loyalitas dan motivasi yang tinggi. SDM yang terampil dan berkomitmen adalah aset terbesar organisasi,” tambah Octaveri
pendidikan dan pelatihan berbasis teknologi menjadi kunci utama untuk memastikan bahwa Imigrasi memiliki SDM yang dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan global.
Ditjen Imigrasi mengembangkan lingkungan yang mendukung kreativitas, inovasi, dan memberikan ruang bagi setiap individu untuk memberikan kontribusi maksimal bagi institusi untuk dapat merumuskan kebijakan yang responsif, adapatif dan tepat sasaran. Melalui program-program pelatihan dan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan di bidang Keimigrasian tidak hanya akan mencetak SDM yang cerdas secara akademis, tetapi juga bertanggung jawab, etis, dan berintegritas.
“Saya berpesan kepada seluruh jajaran Imigrasi yang telah mendukung perjalanan luar biasa Direktorat Jenderal Imigrasi. Mari kita terus bersatu, berkarya, dan menjadikan Direktorat Jenderal imigrasi semakin baik dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” tutup Octaveri selaku ispetur Upcara. **










