Program Pajale Musim Tanam 2023 Capai Target

BANGGAI – Dinas Tanaman Pangan Hotrikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Banggai berhasil capai target luas tanam untuk komoditi Padi, Jagung dan  Kedelai (Pajelale) musim tanam Tahun 2023.

Tak hanya capaian target, DTHP Banggai menorehkan pretasi terbaik se Indonesia Timur pada komoditi kedelai. Capaian itu karena Banggai mampu mengembangkan produktvitas benih mandiri kedelai. Benih tersebut telah dikembang oleh petani hampir seluruh kabupaten di Sulawesi Tengah.

“Banggai berhasil mengembangkan benih mandiri. produksi benih tersebut kini telah di kembangkan oleh petani dibeberapa daerah di Sulteng,” ungkap Kepala Dinas TPHP Banggai, Drs. Subhan Lanusi.

Subhan menyebut, target luas tanam dan luas panen tahun 2023 pada komoditi padi, jagung dan kedelai telah selesai dikerjakan. “Saat ini menghadapi musim tanam (Okmar) Oktober 2023 – Maret 2024,” terang Subhan.

Musim tanam 2023 berbagai bantuan telah di kucurkan ke petani baik itu bantuan dari APBD maupun APBN. Bantuan APBN sebut Subhan, tidak sedikit digelontorkan oleh pemerintah pusat dan telah tersalur ke petani.

Bupati Banggai Amirudin Tamoreka

Ragam jenis bantuan seperti alat dan mesin pertanian (Alsintan),  pupuk kini dinikmati petani di 24 kecamatan.

“semua berkat peran Bupati Amirudin yang berhasil melakukan lobi ke pemerintah pusat, petani tinggal menikmati bantuan. Tidak sedikit bantuan yang mengalir ke petani dan ini semua merupakan perjuangan bupati,” terang Subhan.

Upaya untuk mencari perhatian pemerintah pusat terhadap daerah lumbung pangan kedua di Sulteng tidaklah mudah, banyak daerah lain juga membutuhkan alsintan, pupuk serta saprodin.

Banggai salah satu daerah lumbung pangan di Sulteng, dituntut untuk mensukseskan program ketahanan pangan yang berkelanjutan, terlebih khusus pada komoditi padi, jagung dan kedelai.

“Proses pengembangan komoditi Pajale sangat penting salah satunya adalah menunjang kebutuhan pangan dan target surplus beras setiap tahunnya,” turut Subhan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Banggai Henra Saadjad, menyampaikan, di musim tanam tahun 2023 bantuan APBN untuk jenis tanaman kedelai dengan target luas tanam 4.764 hektar. Luas tanam tersebut terbagi di beberapa wilayah yakni,   Kecamatan Toili Jaya, Toili Barat, Batui Selatan dan Bualemo. Target luas tanam telah selesai dikerjakan.

Untuk Komoditi Padi target Luas tanam April-September (Asep) dan Oktober 2023 – Maret 2024 seluas 27.367 hektar dan produktivitas rata – rata 5 ton per hektar.

Luas tanam padi yang berasal dari APBN terbagi beberapa ketagori yakni, Padi Biohorti seluas 3.000 hektar yang diperuntukan bagi stunting. Padi ramah lingkungan seluas 2.000 hektar.

Kabid Tanaman Pangan, Hendra Saadjad bersama Kabid Hortikuktura, Choirul. 

“Padi ramah lingkungan ini, proses budidaya menggunakan pupuk organik cair dan pupuk hayati cair,” urai Hendra.

Bantuan APBN melalui satuan kerja pemerintah provinsi seluas 2.000 hektar dan padi ladang seluas 350 Hektar. “Target tersebut  keseluruhannya telah selesai ditanami,” kata Hendra

Pemda Banggai juga telah menggelontorkan anggaran untuk bantuan benih padi sebanyak  17. 325 Kg dengan target luas tanam 693 hektar. Tiga jenis bantuan  benih yakni, benih padi Cihera, padi Mikongga dan padi Invari 33.

Sementara bantuan APBD khusus tanaman jagung sebanyak 30 ton benih dengan target luas tanam  2.000 hektar dengan produktivitas sebanyak 6.000 ton. Bantuan benih jagung dari APBN sebanyak 45.000 kilo gram.

Sedangkan bantuan pupuk diantaranya Pupuk NPK dan pupuk cair diperuntukan membantu saprodin. “Bantuan NPK 973 ribu ton. Pupuk cair untuk mendukung saprodin sebanyak 101.392 Liter,” ungkapnya

Sementara untuk bantuan Combain (alat panen) berasal dari APBN  sebanyak 3 unit dan APBD sebanyak 9 unit.

Hendra mengungkapkan, bantuan tersebut tentunya berkat keberhasilan Bupati Banggai Ir. H. Amirudin Tamoreka, MM., AIFO, dan Kepala Dinas TPHP, Drs. Subhan Lanusi.

“alhamdulillah dengan adanya kedelai ini total Banggai termasuk juara satu untuk pengolahan komuditi kedelai,  penilaian itu lingkup pengolahan lahan dan menjadi mandiri benih di Sulteng” ungkapnya (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *