BANGGAI – Seorang pria diduga warga asal Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, ditemukan meninggal dunia dalam kamar mandi di salah satu hotel di Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan, Kamis (23/7/2026).
Informasi yang dihimpun dari warga menyebut, berdasarkan kartu identitas korban inisial ASL kelahiran 1976 itu ditemukan di kamar nomor 102. Saat ditemukan, korban berada di kamar mandi hanya mengenakan celana dalam dengan posisi duduk di atas kloset, sedangkan lengan kiri menjulur ke lantai.
Warga mengatakan, peristiwa tersebut diketahui warga selepas waktu Magrib dan langsung mengundang perhatian sebagian warga sekitar.
“Setelah Magrib warga dihebohkan dengan penemuan seorang pria meninggal di dalam kamar mandi hotel. Dari KTP almarhum warga Desa Uwedikan, Kecamatan Luwuk Timur,” ujarnya.
Warga menambahkan, tak lama berselang, personel Polresta Banggai tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah.
Kasat Reskrim Polresta Banggai, AKP Nur Arifin, mengatakan setelah menerima laporan dari pihak hotel personel Polsek Luwuk bersama Tim Identifikasi Polresta Banggai mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Hasil pemeriksaan di lokasi, korban ditemukan dalam posisi duduk membungkuk di atas closet dan sudah meninggal. Jasad dibawa ke RSUD Luwuk untuk visum guna memastikan penyebab kematian,” kata AKP Arifin.
Dari hasil penyelidikan korban check-in di hotel pukul 11.00 Wita. Sekira pukul 14.00, pihak hotel mendatangi kamar korban untuk meminta uang sewa. Namun pintu kamar terbuka sedikit dan korban tidak berada di dalam kamar.
“Saat itu, saksi berpikir bahwa korban sedang mandi. Hingga pada pukul 18.30 Wita, saksi kembali mendatangi kamar korban dan lagi tidak ada jawaban. Setelah masuk, barulah diketahui korban berada di toilet dalam kondisi tak bernyawa,” ujar Kasat.
AKP Nur Arifin mengatakan pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, hanya lebam mayat dan sudah kaku.
Keterangan istri korban bahwa suaminya sering mengeluhkan sakit kepala. Namun demikian proses penyelidikan tetap dilakukan sesuai prosedur. Keluarga menolak untuk di autopsi, jasad korban telah dibawah keluarga untuk dimakamkan di Desa Uwedikan, Luwuk Timur.
Warga Dusun MPP Desa Uwedikan dikonfirmasi semalam mengatakan, almarhum domisili di Dusun MPP. Keseharian almarhum bekerja sebagai mandor di perkebunab sawit.
“Kami sudah dapat kabar, cuma jasad almarhum masih di RSUD Luwuk,” tutupnya. (AL)













