Inovasi Ade Kembali Sekolah Disdikbud Banggai Berhasil Tekan Anak Putus Sekolah

BANGGAI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banggai, terus memantapkan inovesi mereka guna menekan angka anak putus sekolah. Inovasi Ade Kembali Sekolah yang dicanangkan 2023, Pemda Banggai melaui Disdikbud telah berhasil menurunkan jumlah anak maupun pada usia dewasa yang putus sekolah.

Sekretaris Disdikbud, Drs. Lajibir kepada media ini menyampaikan, inovasi Ade Kembali Sekolah, bertujuan memberikan jaminan program pendidikan berkelanjutan berbasis komunitas melalui gerakan kembali bersekolah. Inovasi itu telah dapat mengidentifikasi kebutuhan pendidikan bagi anak tidak sekolah (ATS) dan Dewasa Putus Sekolah (DTS).

“Untuk golongan (ATS) adalah murid atau siswa yang berusia 7 tahun sampai dengan usia 21 tahun, yang putus sekolah sebelum menamatkan sekolahnya pada tingkat SD/MI dan sederajat, SMP/MTs dan sederajat serta SM/SMK/MA dan sederajat,” kata Lajibir

“DTS adalah golongan yang berusia 22 tahun sampai dengan usia 55 tahun yang tidak melanjutkan sekolah dan putus sekolah jenjang SD/MI sederajat, SMP/MTs sederajat serta SMA, SMK, MA dan sederajat,” ungkapnya

Lajibir mengatakan, beberapa faktor yang mempengaruhi sehingga anak tersebut putus sekolah diantaranya, rendahnya budaya dan perilaku masyarakat dalam menyekolahkan anaknya dan pola pikir tentang pendidikan.

“Kemudian masih kurangnya minat anak untuk bersekolah dan perhatian orang tua mengenai sekolah serta semangat menyekolahkan anak dan penyediaan fasilitas belajar bagi anak,” kata Lajibir

“faktor Lainnya juga adalah jauhnya lokasi sekolah dan jarak yang di tempuh dari rumah ke sekolah. Fasilitas belajar yang kurang memadai antara lain ketersediaan media pembelajaran di sekolah dan ketersediaan buku pembelajaran,” ungkapnya

Kemudian, kondisi ekonomi keluarga yang lemah, mengakibatkan terbatasnya kemampuan memenuhi kebutuhan hidup dan metode pembelajaran.

Program Ade Masuk Sekolah telah menjangkau 24 Kecamatan, dengan mendasari Perbup No.07 Tahun 2023, outputnya program ini untuk peningkatan SDM secara kualitas, kuantitas adalah administrasi terbit ijazah formal bagi ATS dan ijazah Non Formal bagi DTS.

“Tujuan jangka menengah (2 bulan-1 tahun) pada tahun 2024 terlaksana identifikasi pendidikan terhadap pemberdayaan anak putus sekolah di Kabupaten Banggai,” terangnya

Ladjibir menambahkan, Berdasarkan data telah mampu mengurangi angka ATS, dimana pada pertengahan tahun 2023 berjumlah 3.257 jiwa menjadi 2.730 jiwa di awal tahun 2024, atau penurunan sebesar 14,6 persen.

Pada pertemuan Disdikbud dengan Bappeda, angka ATS juga berhasil berkurang berkat program tersebut menjadi kisaran 1600 jiwa, dan untuk akhir tahun 2024 ditargetkan jumlah ATS turun menjadi kisaran 500 jiwa.

Inovasi Ade Kembali sekolah adalah memberikan solusi bagi permasalahan anak putus sekolah yang menjadi salah satu tantangan utama di Kabupaten Banggai.
Inovasi ini kata dia, dirancang tidak hanya untuk menurunkan angka putus sekolah, tetapi juga untuk membangun komunitas peduli pendidikan di kalangan masyarakat. Selain itu, adanya aplikasi SI ADE memungkinkan orang tua dan guru melaporkan anak yang tidak sekolah melalui aplikasi yang mudah diakses.

Dengan terus berkembangnya program ini, dirinya berharap bahwa bahwa Kabupaten Banggai mampu menjadi model bagi daerah lain dalam menekan angka putus sekolah dan mewujudkan pelayanan pendidikan yang merata bagi semua warganya, sesuai amanat Pasal 11 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. (Kholid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *