CNA DAILY – Perang genosida tentara Pendudukan Israel terhadap warga Jalur Gaza, Palestina berlangsung selama 74 hari sejak ‘Badai Al-Aqsha’ berkibar 7 Oktober 2023, telah banyak memakan korban.
Kantor Media Pemerintah melaporkan kondisi kekinian dampak perang brutal di Jalur Gaza. Militer Israel telah melakukan sebanyak 1.697 pembantaian. Perang telah menyebabkan korban meninggal dan hilang sebanyak 26,667 orang.
Sementara korban syuhada yang tiba di rumah sakit sebanyak 19.667 orang. Delapan ribu anak syahid, 6.200 wanita, 310 tenaga medis serta 35 pertahanan sipil ikut jadi korban. Selain itu, jumlah jurnalis yang syahid semakin hari bertambah. Terakhir, jumlah jurnalis yang tewas mencapai 97 orang.
Sementara korban yang hilang sebanyak 7.000 orang. Jumlah tersebut 70 persen di antaranya adalah anak-anak dan perempuan, 52.586 terinfeksi. Sebanyak 99 kasus penangkapan tenaga kesehatan dan 8 orang jurnalis yang ditahan oleh militer Israel.
Adapun jumlah pengungsi sebanyak 1,8 juta berada di Jalur Gaza, 355.000 tertular penyakit menular akibat pengungsian. Sebanyak 126 gedung fasilitas pemerintah dihancurkan tentara Israel.
Sembilan puluh sekolah dan universitas hancur total akibat pendudukan. Sekolah dan universitas sebanyak 282 unit sebagian hancur akibat pendudukan. Jumlah 112 masjid hancur total akibat pendudukan. Masjid yang berjumlah 200 sebagian hancur akibat pendudukan. Sementara empat gereja menjadi sasaran dan dihancurkan oleh Pendudukan Israel.
Rumah pemukiman penduduk berjumlah 52.600 unit hancur total, 254.000 unit rumah sebagian hancur. Jumkah rumah sakit yang tidak dapat digunakan lagi, akibat hantaman bom berjumlah 23 rumah sakit. Fasiitas pusat kesehatan masyarakat yang berjumlah 53 unit tidak dapat lagi melayani. Institusi kesehatan yang berjumlah 140 menjadi sasaran serangan serta 102 ambulans hancur total. **













