BANGGAI – Komando Distrik Militer (Kodim) 1308/Luwuk Banggai menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Selasa malam (20/1/2026). Kegiatan dipusatkan di Masjid Fajar Imam dengan mengusung tema “Isra Mi’raj dengan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW Membentuk Karakter Prajurit yang Prima guna Menuju Indonesia Maju.”
Kegiatan dipimpin langsung Dandim 1308/LB, Letkol Inf Cepi Kartiwa S.Pd., dan dihadiri para perwira Kodim 1308/LB serta sekitar 100 jamaah.
Dalam sambutannya, Letkol Inf Cepi Kartiwa S.Pd. menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa agung dan luar biasa yang tidak dapat dijangkau oleh logika manusia. Menurutnya, perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Al-Quds hingga ke Sidratul Muntaha merupakan bukti kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.
“Isra Mi’raj adalah peristiwa spiritual yang sangat istimewa. Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk melaksanakan salat lima waktu, yang menjadi tiang agama dan mi’raj spiritual umat Islam,” ujar Letkol Inf Cepi Kartiwa S.Pd,.
Perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Al-Quds menunjukkan kedudukan Masjidil Aqsa sebagai tempat suci dan memiliki peran penting dalam sejarah serta keagamaan Islam. Demikian pula perjalanan Isra Mi’raj, Rasulullah SAW juga bertemu dengan para nabi dan rasul terdahulu, sekaligus menerima berbagai pelajaran dan perintah yang menjadi pedoman hidup bagi umat Islam di dunia dan akhirat.
“Kehadiran bapak dan ibu malam ini menunjukkan kepedulian dan kebersamaan kita, sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” tambahnya.
Diakhir sambutannya, Dandim Letkol Inf Cepi Kartiwa mengapresiasi dan ucapan terima kasih ke seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya peringatan Isra Mi’raj tersebut.
Kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustaz Abdul Hamidi. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW serta menjadikan peristiwa Isra Mi’raj sebagai penguatan iman dan motivasi meningkatkan ketakwaan, khususnya dalam melaksanakan salat lima waktu.
Menurutnya, Isra Mi’raj mengajarkan ketabahan dalam menghadapi cobaan, karena pertolongan Allah SWT akan datang setelah kesabaran. Selain itu, peristiwa tersebut juga mengandung pelajaran tentang ketulusan, keberanian dalam menyampaikan kebenaran, serta pentingnya meneladani perjuangan dakwah Rasulullah SAW.
“Sholat adalah mi’raj spiritual umat Islam, tempat jiwa beristirahat dan sarana utama mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut diharapkan dapat mendorong prajurit dan masyarakat untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah, menjauhi larangan-Nya, serta memperkuat akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.













