BANGGAI – Progres pelaksanaan kegiatan cetak sawah baru di sejumlah kecamatan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, yang dikerjakan oleh Kodim 1308/LB, kini telah mencapai sekitar 68 persen. Capaian ini berdasarkan laporan progres pekerjaan per 9 Desember 2025.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas TPHP Banggai, Fadli Salawali, menjelaskan bahwa program cetak sawah baru tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Kecamatan Bualemo seluas 70 hektar, Simpang Raya 50 hektar, Toili Jaya 50 hektar, Toili Barat 60 hektar, dan Moilong 20 hektar.
“Hitungan progres pekerjaan sampai dengan 10 Desember mencapai sekitar 68 persen. Total land clearing yang telah dikerjakan TNI mencapai 170,57 hektar. Untuk land leveling sekitar 89 hektar, sedangkan pengolahan tanah telah mencapai 26,5 hektar,” jelas Fadli
Ia menambahkan, realisasi tanam telah berjalan dengan luas sekitar 10,6 hektar, yang seluruhnya berada di Desa Uwe Lolu, Kecamatan Toili Barat.
Sementara itu, untuk Kecamatan Moilong, dari total 20 hektar lahan, sebagian telah melalui tahap pemerataan dan sekitar 5,5 hektar siap tanam. Adapun 1,5 hektar lainnya siap memasuki proses pengolahan.
Di Kecamatan Toili Jaya, pekerjaan masih dalam tahap land leveling dan sebagian telah memasuki pengolahan lahan. Sementara di Kecamatan Simpang Raya, baru sekitar satu hektar lebih lahan yang siap tanam.
Untuk Kecamatan Bualemo, khususnya Desa Lembah Tompotika, pekerjaan land clearing dan land leveling masih berlangsung. Adapun di Desa Toiba, pengerjaan telah memasuki tahap pengolahan lahan.
Fadli mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama dalam percepatan program ini adalah minimnya alat berat yang tersedia di lapangan.
“Untuk Kecamatan Simpang Raya, kami berharap pihak TNI dapat menambah minimal lima unit alat berat. Begitu pula di Desa Tohitisari, Kecamatan Toili Jaya, idealnya tersedia empat sampai lima alat berat. Jenis alat berat yang dibutuhkan adalah yang mampu beroperasi di lahan rawa,” ungkapnya.
Sebagai langkah percepatan, Fadli menegaskan perlunya penambahan jumlah alat berat agar pengerjaan cetak sawah baru dapat berjalan maksimal dan sesuai target waktu yang telah ditetapkan. (AL)








