Komisi 1 Sorot Fasilitas Pendidikan dan Guru di Banggai

BANGGAI – Anggota Komisi 1 DPRD Banggai Suparno mengkritik dunia pendidikan di Kabupaten Banggai. Kritikan itu terkait dengan kondisi salah satu bangunan sekolah dasar di wilayah Toili yang tidak terurus.

Kritik dan sorotan Suparno, disampaikan saat rapat kerja Komisi 1 bersama Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BAN SM) Sulteng, Dinas Pendidikan, kepala sekolah dan Camat, pada Selasa (06/06/2023) siang.

di hadapan puluhan peserta rapat kerja, Supano mengaku dirinya pernah mendatangi salah satu sekolah Dasar di wilayah Toili. Supano megammabarkan kondisi sekolah tersebut sangat memprihatinkan.

“Bangunannya sekolahnya sudah rusak ditambah lagi rumput-rumput sudah masuk dalam ruang belajar, ini Sistem pengelolaan pendidikannya buruk,” ungkap SUparno

disi lain tambah Suparno. ada guru di Kabupaten Banggai yang lebih fasih bicara sertifikasi dibanding prestasi.

Hal ini tentu saja sangat berdampak tidak baik terhadap pengembangan pendidikan di Kabupaten Banggai.

“Saya ngeri bicara soal pendidikan. Ada oknum guru yang lebih fasih bicara sertifikasi dibanding prestasi” Kata Suparno.

Meski dalam kondisi yang sangat tidak refresentatif, namun masih bicara soal sertifikasi. Suparno menambahkan, kaitan dengan jabatan kepala sekolah, masih terdapat oknum Kepsek yang dalam kondisi sakit-sakitan masih bertahan dengan jabatannya.

“Lagi lagi masih sangat fasih bicara soal sertifikasi. Sementara prestasi tidak punya,” tandasnya.

Anggota Komisi 1 lainnya juga mengkritik terkait ratusan sekolah SD dan SMP yang belum terakreditasi seperti yang disampaikan oleh Sri Rosdiana Tia, ada 117 sekolah (SD dan SMP) yang belum terakreditasi. Dinas Pendidikan Kabupaten diminta harus menyikapi secara serius.

Aleg PDI P asal Dapil III itu, menyebut, pemenuhan standar akreditasi sekolah bukan hal mudah. Terlebih lagi sekolah yang berada di wilayah terpencil kondisinya sangat meprihatinkan salah satunya adalah minimnya fasilitas.
“Ada depalan kriteria untuk memenuhi standar akerditas sekolah, dan hal ini akan sulit jika diperhadapkan dengan kondisi sekolah yang berada di daerah terpencil,” kata Sri Rosdiana Tia

“Jangankan meraih akreditasi A atau B. Akreditasi C saja sudah sangat susah. Hal ini berlaku bagi sekolah yang berada di kawasan pegunungan atau wilayah terpencil,” kata Rosdiana. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *