BANGGAI – Kementerian Pertanian RI bersama Joint Operating Body (JOB) Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi menggelar syukuran tutup tanam perdana padi di lokasi cetak sawah baru sebagai lahan pengganti alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), di Dusun Cendana, Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut menandai dimulainya pemanfaatan lahan pengganti seluas 68,12 hektare untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Banggai.
Syukuran tutup tanam ini dihadiri Direktur Perlindungan dan Optimalisasi Lahan Kementerian Pertanian RI, Dr. Dede Sulaeman, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banggai Faisal Karim, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Banggai Subhan Lanusi, Chief Legal JOB Tomori Merdi Angriono Murti, jajaran BPN Banggai, perwakilan Kanwil BPN Sulawesi Tengah, para camat dan kepala desa, serta puluhan petani.
Chief Legal JOB Tomori, Merdi Angriono Murti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan komitmen kolaborasi dalam mendukung Asta Cita Presiden RI, khususnya mewujudkan kemandirian energi dan ketahanan pangan.
Ia menjelaskan, pengembangan Proyek Senoro Selatan berdampak pada alih fungsi LP2B seluas 21,89 hektare yang melintasi lima desa di Kecamatan Moilong dan Kecamatan Batui Selatan.
Sebagai bentuk pemenuhan kewajiban atas alih fungsi tersebut, JOB Tomori bersama pemerintah dan pihak terkait menyediakan lahan pengganti melalui pencetakan sawah baru seluas 68,12 hektare, dilengkapi pembangunan infrastruktur pendukung serta penyediaan alat dan mesin pertanian.
“JOB Tomori juga memberikan bantuan 102 ton pupuk organik, 3,4 ton bibit padi varietas lokal, serta pembangunan jalan usaha tani sepanjang 1,3 kilometer san bantuan selama empat musim tanam,” kata Merdi Angriono
Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bagian dari kontribusi JOB Tomori dalam memperkuat ketahanan energi dan pangan dengan mengedepankan pelibatan serta pemberdayaan masyarakat.
“Sinergi ini diharapkan menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, daerah dan negara,” katanya.
Direktur Perlindungan dan Optimalisasi Lahan Kementerian Pertanian RI, Dr. Dede Sulaeman, menyampaikan penerapan kebijakan penanganan dampak alih fungsi lahan menjadi bagian penting untuk memastikan pengembangan sektor energi dan pembangunan daerah tetap berjalan seiring dengan penguatan sektor pangan
Dalam konteks pengembangan Proyek Senoro Selatan JOB Tomori, kata Dede, komitmen terhadap ketahanan pangan diwujudkan melalui dukungan terhadap pengembangan lahan pertanian, termasuk penyediaan lahan pengganti sebagai bagian dari pelaksanaan alih fungsi LP2B.
Ia juga meminta agar lokasi LP2B tersebut mendapat perhatian dari penyuluh pertanian lapangan (PPL), sehingga produktivitas lahan dapat terus dijaga dan ditingkatkan.
Kepala DTPHP Banggai, Subhan Lanusi, mengapresiasi upaya JOB Tomori dalam mendukung program perlindungan dan pengembangan LP2B di Kabupaten Banggai.
“Kami menyambut baik sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, JOB Tomori, pemerintah desa, kelompok tani dan seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan pertanian di Kabupaten Banggai,” kata Subhan.
Menurutnya, produksi yang dihasilkan dari lahan seluas 68,12 hektare tersebut diharapkan dapat memperkuat keandalan pasokan pangan di Kabupaten Banggai.
Dalam rangkaian kegiatan tutup tanam musim tanam pertama itu, DTPHP Banggai juga menyerahkan lima unit pompa air kepada kelompok tani Kecamatan Moilong dan Kecamatan Batui Selatan.
Pengembangan lahan pengganti tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan sektor energi dengan keberlanjutan lahan pertanian dan ketahanan pangan daerah. (AL)










![PESONA HARMONI BANGGAI Festival Teluk Lalong]](https://cnadaily.id/wp-content/uploads/2025/11/PESONA-HARMONI-BANGGAI-Festival-Teluk-Lalong-300x178.jpeg)


