Program SJSP Hasilkan Rp250 Ribu Selama 6 Bulan, Warga Dimpalon Kembali Berkebun

BANGGAI – Program Satu Juta Satu Pekarangan (SJSP) yang diluncurkan pemerintah Kabupaten Banggai Tahun 2023 di Desa Dimpalon, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai nyaris gagal.

Harapan kelompok budidaya ikan lele di desa itu, guna menambah pendapatan pundi-pundi mereka melalui pemanfaatan pekarangan tidak tercapai, kini anggota kelompok itu kembali usaha awal yakni, mengolah lahan dan bercocok tanam.

Di Kutip dari BanggaiPos.Com, sebagaimana dikisahkan oleh Alkap Lodik salah seorang anggota budidaya Ikan lele jumbo di Desa Dimpalon. Budidaya ikan lele dilakukannya hanya bisa bertahan 6 bulan berjalan dikarenakan menemui beragam kendala.

Kendala yang di alami cerita Alkap, tidak adanya pendampingan instansi terkait soal implementasi program prioritas Pemerintah Daerah.

Selain itu, ia juga kesulitan soal pakan ikan, bantuan yang diberikan oleh dinas terkait berupa 1.250 bibit lele jumbo, pakan sebanyak 3 sak kecil. Setelah itu, tak lagi di intervensi dari intansi tekhnis. Alhasil, untuk memberi pakan ikan seadanya, seperti nasi dan kangkung.

“Tidak ada pendampingan. Begitu sudah panen, Dinas terkait mendatangkan pembeli. itupun dibeli dengan harga rendah Rp.20 ribu/Kg, dan di pilih-pilih yang mau di beli. Mendingan jual di luar harganya bisa Rp. 30-35 Ribu/Kg,”ungkap penerima bantuan Alkap Lodik.

Dari hasil penjualan ke pembeli keliling, hanya menghasilkan pendapatan Rp.250 ribu. “Selama menerima bantuan ini, penghasilan yang saya dapatkan Rp.250 ribu, dari total seribu lebih bibit lele yang di budidayakan di kolam buatan, menggunakan bahan terpal dan kayu ukuran 3×4 meter. Sisanya mati karena tak terpenuhinya pakan dan vitamin,”ucapnya.

“Kolam saya sudah bongkar, bahan-bahan, seperti terpal, kayu dan papan saya masih simpan,”tambahnya.

Tak hanya itu, ia juga menginformasikan, kondisi yang sama di alami rekan-rekan sesama penerima program di desa tersebut.

“Sama kondisinya, ikan mati karena tidak di dampingi instansi terkait,”ujarnya.

Pasca menggeluti usaha budidaya lele Program Satu Juta Satu Pekarangan bantuan Pemerintah Daerah, dirinyapun kembali berkebun.

“Saya kembali berkebun. Penghasilan selama 6 bulan budidaya lele cuma dapat Rp.250 ribu,”pungkasnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *