BANGGAI – Suasana Kantor Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Banggai di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Bungin, Kota Luwuk, Rabu (11/2/2026) pagi itu terasa berbeda. Bukan hanya aktivitas medis yang berlangsung, tetapi juga semangat berbagi dan kepedulian yang terpancar dari wajah para pendonor.
Satu per satu personel Satuan Intelijen dan Keamanan (Satintelkam) Polres Banggai bersama anggota Kresna Banggai Community duduk dengan tenang, menggulung lengan baju mereka. Jarum suntik menembus kulit, mengalirkan setetes demi setetes darah yang kelak akan menjadi harapan hidup bagi orang lain.
Bagi mereka, donor darah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata empati terhadap sesama. Di tengah kesibukan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, para personel Polri tetap meluangkan waktu untuk berbagi kehidupan.
Kasat Intelkam Polres Banggai, IPTU Muh. Ruhil Newton Sugiarto, S.H., turut hadir dan ikut mendonorkan darahnya. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari bakti kesehatan sekaligus wujud kepedulian sosial Polri terhadap masyarakat.
“Kami ingin setetes darah yang kami sumbangkan hari ini bisa menjadi harapan bagi mereka yang sedang berjuang melawan sakit. Ini adalah bentuk kepedulian sederhana, tetapi dampaknya sangat besar bagi yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurut IPTU Ruhil, kegiatan donor darah juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara Polri, komunitas, dan PMI. Ia berharap semangat berbagi ini dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.
“Di dunia ini banyak orang baik, namun jika kamu tidak menemukannya maka jadilah salah satunya. Teruslah berbuat baik, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya,” tuturnya penuh makna.
Tak hanya memberi manfaat bagi penerima, donor darah juga membawa kebaikan bagi pendonor. Tubuh akan memproduksi sel darah merah baru, menjadikan darah lebih segar dan sehat.
Melalui kegiatan ini, Satintelkam Polres Banggai bersama Kresna Banggai Community berkomitmen untuk menjadikan donor darah sebagai agenda rutin setiap tiga bulan sekali. Harapannya, semakin banyak pihak tergerak untuk ikut berbagi.
Di balik setetes darah yang mengalir, tersimpan harapan, kepedulian, dan semangat kemanusiaan yang tak ternilai harganya.













