BANGGAI — Program Pengembangan Masyarakat (PPM) perusahaan hulu Migas PT. Pertamina EP Donggi Matindok Field (DMF) terus berkomitmen mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah operasi.
Salah satu penerima manfaat program ini adalah kelompok peternakan ayam. Kelompok bernama Lestari ini berada di Desa Kayowa, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Kelompok di bawah kepemimpinan Jhoni Muslan kini memelihara bantuan sebanyak 200 ekor ayam petelur, kini ratusan ayam telah berproduksi dan sangat membantu meningkatkan perekonomian enam anggota aktif yang terlibat.
“Pertamina EP DMF tidak hanya memberi bantuan ayam, tapi juga menyediakan fasilitas sarana dan prasarana yang lengkap. Bantuan tersebut mencakup pembangunan kandang berukuran 3,5 x 30 meter, kandang baterai, pullet, pakan, hingga jaminan fasilitas kesehatan ayam,” kata Jhoni Muslan
Proses pemeliharaan di tahap awal peternakan fokus mengejar bobot optimal ayam. Ayam mulai bertelur pada usia 18 minggu, dan saat ini di usia 33 minggu, sebanyak 180 ekor ayam produktif dan menghasilkan sekira 150 butir telur per hari.
Jhoni menambahkan untuk pemasaran, hasil produksi saat ini diserap oleh pasar lokal. Selain telur, kotoran ayam pun dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik.
Menurutnya, Pertamina EP DMF juga memberikan pendampingan berkelanjutan untuk penguatan kelembagaan. Bantuan ini sebut Muslan, mencakup pelatihan administrasi dan keuangan, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan ayam, hingga teknik budidaya, pengelolaan kandang, dan pemberian pakan.
Diakhir penyampaian Jhoni, menyampaikan apresiasi kepada PEP DMF dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap kelompok mereka.
Community Development Officer (CDO) PEP DMF, Fuad Rafif Prasetyo, mengatakan Kelompok Lestari merupakan salah satu kelompok binaan PEP DMF melalui program PPM kelompok diberikan diberikan bantuan yang mencakup kandang peternakan, bibit ayam petelur, kandang telur, peralatan tenaga surya, serta sharing knowledge atau berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan peternakan.
Menurut Fuad, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memberikan bantuan sarana dan prasarana, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola usaha peternakan secara mandiri dan berkelanjutan.
Ia berharap keberadaan Kelompok Lestari dapat memberikan lebih khusus bisa memenuhi kebutuhan telur di Desa Kayoa dan wilayah sekitarnya.
Relation Pertamina EP DMF, Dedi menyebutkan bahwa program ini disiapkan sebagai stimulan agar kelompok masyarakat dapat berpikir kritis, kreatif, dan inovatif demi mencapai kemandirian ekonomi.
“Kelompok ini didorong untuk menjadi penggerak ekonomi lokal (local hero) yang mampu memimpin kelompoknya secara berkelanjutan,” kata Dedi
Program pemberdayaan Pertamina DMF tidak hanya berfokus di Desa Kayowa. Di Desa Nonong juga ada program pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, di Sentra Timur dikembangkan budidaya maggot, pakan maggot di Tirta Jaya, serta program ekspor telur di Desa Toili Sari. Rangkaian program yang terintegrasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pertaminan EP DMF dalam memperkuat perekonomian berbasis potensi lokal di sekitar area operasional perusahaan. (AL)








