BANGGAI — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memimpin Upacara Bakti TNI AD se-Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Lapangan Mirqan Bukit Halimun, Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Rabu (29/10/2026) pagi.
Upacara Karya Bakti TNI AD ini dihadiri langsung Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, S.E., M.Si.; Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi Hidayanto, S.H., M.Sc., P.Sc.; Kapolres Banggai Kombes Pol. Henri Yulianto; Dandim 1308/LB Letkol Inf. Cepi Kartiwa; Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili; Wakil Bupati Bangkep Serfi Kambei; unsur Forkopimda Banggai dan Bangkep; serta para perwira Kodam XXIII/PW, Korem 132/Tld, dan Kodim 1308/LB.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan bahwa kegiatan Bakti TNI Angkatan Darat untuk Rakyat merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Program ini tidak hanya memperkuat ketahanan wilayah, tetapi juga menjawab kebutuhan dasar masyarakat melalui pembangunan fisik dan kegiatan sosial.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, saya mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI Angkatan Darat, khususnya Kodam Palaka Wira, atas komitmen, pengabdian, dan sinerginya dengan pemerintah daerah dalam membantu masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan daerah,” ujar Anwar.
Ia menambahkan, kegiatan Bakti TNI AD ini memiliki arti yang sangat penting. Pembangunan bukan hanya tentang gedung-gedung yang berdiri atau jalan yang terbentang, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat lebih mudah memperoleh air bersih, memiliki rumah yang layak, mendapatkan akses kesehatan pelayanan kesehatan, serta menikmati fasilitas pendidikan dan peribadatan yang memadai.
Pelaksanaan kegiatan Bakti TNI AD ini berlangsung selama 60 hari. Kegiatan dimulai sejak 15 Oktober hingga 14 Desember 2026, dengan melibatkan 900 personel TNI bersama pemerintah dan masyarakat.
Sasaran program ini mencakup 479 titik pekerjaan fisik, di antaranya pembangunan jembatan, pembuatan sumur bor, dan rehab rumah tidak layak huni, serta rehab rumah ibadah.
Karya Bakti kali ini tidak hanya pembangunan fisik, kegiatan ini juga mensyaratkan kegiatan nonfisik yang menyentuh sisi kemanusiaan, antara lain donor darah, operasi katarak massal, bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas, kegiatan kebersihan lingkungan, serta dukungan untuk sektor perikanan dan pertanian.
“Mari kita jadikan kegiatan ini bukan sekadar agenda pembangunan, melalui momentum untuk memperkuat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian sosial, dan membuktikan bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan utama kita dalam membangun Sulawesi Tengah, Sulawesi Tengah yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” terangnya.
Upacara dirangkaikan dengan penyerahan bantuan perahu oleh Gubernur Anwar Hafid ke Dandim 1308/LB, Letkol Inf Cepi Kartiwa, serta penyerahan alat pekerjaan secara simbolis dan bantuan sembako kepada lansia.
Sementara untuk kegiatan yang dilaksanakan oleh Kodim 1308/LB yang membawahi tiga Kabupaten yakni, Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut, khusus sasaran fisik berupa pembuatan Jembatan di 27 titik, Sumur Bor 45 titik, Sekolah: 2 titik. Rumah Ibadah: 12 titik. Pipanisasi: 2 titik. Har Irigasi: 8 titik. Rehab rumah tidak layak huni (RTLH) 152 unit. Pembuatan Mandi Cuci Kakus (MCK) 11 unit.
Sedangkan untuk sasaran nonfisik berupa Donor Darah sebanyak 400 kantong, Operasi Katarak 30 orang. Khitanan Massal 120 orang. Bantuan Kaki Palsu 11 buah, Kursi Roda 23 unit. Alat Bantu pendengaran 2 unit. Bantuan Kacamata Baca sebanyak 200 buah. Tongkat 12 buah, Bakti lingkungan 50 titik. Bantuan Sembako untuk lansia dan disabilitas 180 paket. Bantuan fasilitas rumput laut 3 paket. Perahu 16 unit, bibit 11.427 pohon, bantuan Ternak 3 pasang. Pasar Murah 1 titik. (AL)






