JOB Tomori Bekali 28 Perempuan Desa Moilong Keterampilan Olahan Hasil Laut

Amad Labino
Amad Labino • Celebes News Agency

BANGGAI — JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Salah satunya diwujudkan lewat pelatihan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis pengolahan hasil laut menjadi produk pangan bernilai tambah, seperti bakso dan abon ikan, di Desa Moilong, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Minggu hingga Senin (18–19 Oktober 2026), ini melibatkan empat kelompok UMKM yang seluruh anggotanya merupakan perempuan produktif. Keempat kelompok tersebut meliputi Kelompok Kenangan, Kelompok Dalle Berkah, Kelompok Rasa Juara Moilong, serta Kelompok Raja Abon Moilong. Masing-masing kelompok beranggotakan tujuh orang, sehingga total peserta pelatihan mencapai 28 orang.

Kepala Desa Moilong, H. Aher, mengapresiasi JOB Tomori atas perhatian dan dukungannya terhadap pengembangan kapasitas masyarakat, khususnya pelaku UMKM di desanya. Menurutnya, kesempatan mendapatkan program pemberdayaan ini patut disyukuri dan diharapkan menjadi langkah awal bagi kelompok UMKM untuk membangun usaha yang produktif serta berkelanjutan.

“Terima kasih kepada JOB Tomori yang telah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Banggai, Pemerintah Kecamatan Moilong, dan Pemerintah Desa Moilong sehingga empat kelompok UMKM di Desa Moilong yang terdiri dari ibu-ibu produktif mendapatkan pelatihan pengolahan hasil laut. Mari kita dukung seluruh kegiatan JOB Tomori di wilayah kita, karena ke depan akan semakin banyak manfaat yang bisa kita rasakan,” ujar H. Aher.

Kelompok UMKM Desa Moilong

Dalam pelaksanaannya, JOB Tomori menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. Ir. Bustami Ibrahim, M.Sc., dari Institut Pertanian Bogor (IPB) serta Ir. Nisma dari Dinas Perikanan Kabupaten Banggai. Para peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik langsung mengenai teknik pengolahan hasil laut yang bernilai tambah serta strategi membaca peluang pasar.

Selain itu, peserta juga memperoleh sesi berbagi pengalaman dari pelaku usaha UMKM Matami Luwuk yang telah sukses mengembangkan pengolahan hasil laut. Sesi ini diharapkan memberikan gambaran nyata seputar pengelolaan usaha, proses produksi, pengembangan produk, hingga strategi pemasaran.

Selama dua hari kegiatan, peserta mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan antusias. Pelatihan ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan mengolah ikan, tetapi juga menumbuhkan unit usaha produktif yang mampu memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Pembukaan acara turut dihadiri perwakilan Danramil Batui–Toili, Serma Lasaeli, serta perwakilan Kapolsek Toili melalui Kapolpos Moilong, Ahmad Abas.

Usai pelatihan, para peserta berharap pendampingan lanjutan dari JOB Tomori bersama UMKM Matami Luwuk dapat terus berlanjut. Pendampingan tersebut dinilai krusial, terutama dalam menjaga kualitas dan konsistensi produksi, pengemasan, pengembangan varian produk, hingga perluasan pemasaran agar produk mereka mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Secara terpisah, Relation Security & ComDev Manager JOB Tomori, Widya Gustiani, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Banggai, jajaran pemerintah kecamatan dan desa, serta seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Ia menegaskan, sinergi yang terjalin merupakan fondasi penting dalam menjaga kelancaran operasi produksi hulu minyak dan gas bumi guna mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional.

Widya menjelaskan bahwa Program PPM merupakan salah satu wujud kontribusi nyata perusahaan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Di samping itu, keberadaan industri hulu migas di daerah juga memberikan kontribusi melalui penerimaan negara dan daerah berupa Dana Bagi Hasil (DBH) migas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Program PPM diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat, termasuk melalui peningkatan keterampilan dan pengembangan UMKM. Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan belajar saja, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan produksi yang berkelanjutan, pengembangan usaha, dan perluasan pemasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkap Widya.

Ia juga berharap sinergi antara JOB Tomori, pemerintah daerah, pemerintah desa, pendamping usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna menciptakan ekosistem peluang ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Banggai.

“Semoga Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang dijalankan JOB Tomori memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Widya. (**)